Jumat, 25 Desember 2015

DAMPAK WESTERNISASI TERHADAP PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DIKALANGAN PESERTA DIDIK



Westernisasi adalah perubahan atau perilaku seseorang yang meniru budaya kebarat-baratan, sehingga menilai budaya tersebut lebih baik dibandingkan budaya Negara sendiri. Budaya barat tidak hanya menghinggapi orang dewasa, tetapi juga terhadap remaja. Serangan pemikiran barat bekerja dengan cara yang lihai,  terselubung dan mematikan (swift, silent and deadly), sehingga masyarakat tanpa sadar menerima budayanya. Banyak factor yang menyebabkan remaja dapat dengan mudah menyerap budaya barat. Factor tersebut tersebut terbagi menjadi dua, yaitu factor internal dan factor eksternal. Factor internal didasari oleh semangat remaja yang tinggi dalam aktivitas yang mereka gemari, sehingga menimbulkan rasa ingin tahu yang tinggi. Mereka condong mempraktekkan metode coba-coba padahal belum mengetahui secara pasti tentang hal-hal yang akan diikutinya. Akibatnya bukan hal positif yang didapat, tetapi lebih banyak dampak negatifnya. Faktor eksternal antara lain keluarga, lingkungan, pergaulan, perkembangan teknologi, dan media massa.
Saat ini pengaruh budaya barat tidak hanya menyerang cara berpakaian, pergaulan, serta gaya hidup, tetapi juga didalam pendidikan. Baik itu di pendidikan umum, atau pada pendidikan berbasis keagamaan . Didalam masalah ini, kita akan membahas dampak westernisasi terhadap pendidikan berbasis keagamaan di kalangan peserta didik. Banyak hal yang telah berubah seiring dengan perkembangan zaman, salah satunya pelajaran serta ekstrakurikuler yang dikembangkan di Sekolah. Pelajaran dan kegiatan yang berssifat umum lebih diutamakan daripada segala sesuatu yang berbau keagamaan. Dapat kita lihat pada sekolah-sekolah yang berada di daerah perkotaan, lebih mementingkan pelajaran yang berlevel internasional dibandingkan kegiatan keagamaan. Pelajaran agama islam dianggap sebagai materi yang sangat membosankan, menyia-nyiakan waktu. Sedangkan di daerah pedesaan, masyarakat mudah terpengaruh dengan hal-hal baru yang mereka dapatkan. Meski begitu, proses penyerapan lebih lambat daripada masyarakat perkotaan.
                        Selain itu, adab dan nilai-nilai kesopan semakin terkikis dengan hadirnya nilai-nilai baru yang dicerminkan oleh budaya barat. Materi-materi agama yang seharusnya dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari tidak lagi istiqomah untuk dijalani. Sebab lebih disibukkan oleh banyaknya aktivitas baru yang dijadikan sebagai tuntunan dan tuntutan. Ada banyak hal yang sangat di zaman ini begitu miris dipandang mata, salah satunya adalahkewajiban berjilbab yang di zaman dewasa ini tidaklah lagi dijadikan hal yang wajib. Berjilbab karena kewajiban sekolah, berjilbab karena menyukai lelaki yang alim, berjilbab karena ikut-ikutan teman, dan masih banyak lagi. Alhasil, sekolah selesai jilbabpun usai. Untuk itulah, keluarga dan lingkungan sangat berperan penting dalam hal ini,  orang tua dan sekolah diharapkan dapat memberi pelajaran-pelajaran yang tidak hanya berupa materi, tetapi juga pengamalan yang serius karena begitu penting serta daruratnya kepribadian muslim dan muslimah diera westernisasi ini.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar