Westernisasi
adalah perubahan atau perilaku seseorang yang meniru budaya kebarat-baratan,
sehingga menilai budaya tersebut lebih baik dibandingkan budaya Negara sendiri.
Budaya barat tidak hanya menghinggapi orang dewasa, tetapi juga terhadap remaja.
Serangan pemikiran barat bekerja dengan cara yang lihai, terselubung dan
mematikan (swift, silent and deadly), sehingga masyarakat tanpa sadar
menerima budayanya. Banyak factor yang menyebabkan remaja dapat dengan
mudah menyerap budaya barat. Factor tersebut tersebut terbagi menjadi dua,
yaitu factor internal dan factor eksternal. Factor internal didasari oleh
semangat remaja yang tinggi dalam aktivitas yang mereka gemari, sehingga menimbulkan
rasa ingin tahu yang tinggi. Mereka condong mempraktekkan metode coba-coba padahal
belum mengetahui secara pasti tentang hal-hal yang akan diikutinya. Akibatnya
bukan hal positif yang didapat, tetapi lebih banyak dampak negatifnya. Faktor
eksternal antara lain keluarga, lingkungan, pergaulan, perkembangan teknologi,
dan media massa.
Saat ini pengaruh budaya
barat tidak hanya menyerang cara berpakaian, pergaulan, serta gaya hidup,
tetapi juga didalam pendidikan. Baik itu di pendidikan umum, atau pada
pendidikan berbasis keagamaan . Didalam masalah ini, kita akan membahas dampak
westernisasi terhadap pendidikan berbasis keagamaan di kalangan peserta didik. Banyak
hal yang telah berubah seiring dengan perkembangan zaman, salah satunya
pelajaran serta ekstrakurikuler yang dikembangkan di Sekolah. Pelajaran dan kegiatan
yang berssifat umum lebih diutamakan daripada segala sesuatu yang berbau
keagamaan. Dapat kita lihat pada sekolah-sekolah yang berada di daerah
perkotaan, lebih mementingkan pelajaran yang berlevel internasional
dibandingkan kegiatan keagamaan. Pelajaran agama islam dianggap sebagai materi
yang sangat membosankan, menyia-nyiakan waktu. Sedangkan di daerah pedesaan,
masyarakat mudah terpengaruh dengan hal-hal baru yang mereka dapatkan. Meski
begitu, proses penyerapan lebih lambat daripada masyarakat perkotaan.
Selain itu, adab dan nilai-nilai kesopan
semakin terkikis dengan hadirnya nilai-nilai baru yang dicerminkan oleh budaya barat.
Materi-materi agama yang seharusnya dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari
tidak lagi istiqomah untuk dijalani. Sebab lebih disibukkan oleh banyaknya
aktivitas baru yang dijadikan sebagai tuntunan dan tuntutan. Ada banyak hal
yang sangat di zaman ini begitu miris dipandang mata, salah satunya
adalahkewajiban berjilbab yang di zaman dewasa ini tidaklah lagi dijadikan hal
yang wajib. Berjilbab karena kewajiban sekolah, berjilbab karena menyukai
lelaki yang alim, berjilbab karena ikut-ikutan teman, dan masih banyak lagi.
Alhasil, sekolah selesai jilbabpun usai. Untuk itulah, keluarga dan lingkungan
sangat berperan penting dalam hal ini,
orang tua dan sekolah diharapkan dapat memberi pelajaran-pelajaran yang
tidak hanya berupa materi, tetapi juga pengamalan yang serius karena begitu
penting serta daruratnya kepribadian muslim dan muslimah diera westernisasi
ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar